Search Loading...
Senin, 20 Oktober 2014

ADE SARA DIBUNUH: Agar Hukuman Ringan, Pengacara Minta Pelaku Dianggap Bocah

Mulyanto UtomoSabtu, 08/03/2014 11:51 WIB
Tersangka pelaku pembunuhan Ade Sara, HF dan AF/Twitter@hafitdASO
Twitter@hafitdASO
Tersangka pelaku pembunuhan Ade Sara, HF dan AF

Kabar24.com, BEKASI— Pengacara Bustami meminta sepasang kekasih yang menjadi tersangka, Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifa alias Sifa, diperlakukan sebagai anak dalam kasus pembunuhan Ade Sarah Angelina Suroto, 19.

Bustami beralasan keduanya masih muda, berusia 19 tahun, dan dengan demikian ancaman hukuman terhadap kedua tersangka lebih ringan.

 “Para tersangka ini masih relatif muda, yakni 19 tahun. Saya akan upayakan proses hukum didasari pertimbangan usia,” kata Bustami saat mendampingi tersangka di Mapolresta Bekasi Kota, Jumat (7/3/2014).

(Simak juga: MENGAPA REMAJA MELAKUKAN PEMBUNUHAN)

Berdasarkan sumber berbeda, Hafitd 19 tahun, namun untuk usia Sifa sebagian media massa menyebut 19 tahun dan sebagian lainnya 18 tahun.

Lebih lanjut Bustami menuturkan, Hafitd dan Sifa merupakan sepasang kekasih yang terlibat permasalahan cinta segitiga dengan korban.

“Kasus ini dipicu oleh permasalahan yang biasa terjadi di kalangan anak muda, yakni cinta segitiga,” katanya.

Bustami yang merupakan anggota dari Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Bekasi menilai kedua tersangka masih memiliki emosional yang labil.

“Saya berharap hal ini bisa menjadi pertimbangan hakim nantinya. Para tersangka masih memiliki pola pikir labil dan mudah emosional,” katanya.

Bustami mengaku telah bertemu dengan pihak keluarga para tersangka untuk berdialog seputar penanganan kasus tersebut di pengadilan. Dia mengakui bahwa kasus yang menjerat tersangka masuk dalam kategori yang sulit untuk diupayakan keringanan hukuman.

“Tapi kami akan mencoba yang terbaik untuk melakukan pembelaan di pengadilan nanti,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Nuredy Irwansyah mengatakan kasus yang menjerat kedua tersangka adalah pelanggaran Pasal 340 dan 338 KUHP terkait pembunuhan berencana. “Hukumannya maksimal seumur hidup penjara,” katanya.

Namun, bila penanganan hukumnya masuk dalam kriteria di bawah usia, kata dia, maka hukuman yang diberikan pun akan disesuaikan dengan kategori tersebut. “Hukumannya maksimal 10 tahun penjara,” katanya.

Polresta Bekasi Kota, berhasil mengungkap kasus pembunuhan, Ade Sarah Angelina Suroto. Tersangka Hafitd mengaku membunuh korban yang merupakan mantan kekasihnya itu karena cemburu dan marah korban tidak lagi berkomunikasi dengan tersangka.

Korban tewas dengan cara disumpal mulutnya dengan kertas dan diestrum dengan alat kejut serta tindakan pemukulan hingga dibuang mayatnya di Jalan Tol KM 49 Bintara arah Cikunir, Rabu (5/3/2014). (JIBI/Solopos.com)

BACA JUGA:

ALL ENGLAND 2014: Hendra-Ahsan Melaju ke Final

Din: Muhammadiyah Tak Berhubungan dengan Parpol

Editor:Nancy Junita