Search Loading...
Senin, 24 November 2014

DUKUN CABUL PAMULANG Lecehkan Gadis Penderita Leukimia

NewswireSelasa, 12/11/2013 14:32 WIB
Ilustrasi/Antara
Antara
Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA – IJ, dukun muda berusia 29 tahun harus menanggung akibat dari perbuatannya yang cabul.

Melalui ritual mandi air es itu, IJ melecehkan korban dan melakukan perbuatan tidak senonoh kepada gadis penderita leukimia hingga 10 kali.

Kini, dukun muda IJ pun harus berurusan dengan polisi.

Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan modus pengobatan alternatif yang dilakukan dukun IJ kini diselidiki Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan.

"Kasus itu terungkap melalui laporan S, ayah korban pada Rabu (30 Oktober) dengan pelaku berinisial IJ yang membuka praktik pengobatan alternatif di Jalan Surya Kencana, Pamulang Barat, Tangerang Selatan," kata Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Aswin, Selasa 12 November.

Aswin mengatakan kejadian itu bermula ketika korban berinisial MK, 14, penderita leukemia, dibawa orang tuanya menjalani pengobatan alternatif di tempat IJ.

Menurut Aswin, pengobatan alternatif IJ diketahui melalui mulut ke mulut karena di tempat praktiknya tidak terdapat papan nama atau petunjuk pengobatan alternatif.

"Korban mulai berobat sejak awal 2013. Dia beberapa kali berobat dengan tarif Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Pada akhir Juli 2013, pelaku mulai melakukan ritual mandi air es yang mensyaratkan korban telanjang bulat," tutur Aswin.

Melalui ritual mandi air es itu, pelaku mulai melakukan perbuatan tidak senonoh kepada korban. Aswin mengatakan pelaku menyetubuhi korban hingga 10 kali.

"Ketika orang tua korban merasa anaknya tidak mendapatkan kesembuhan, mereka bermaksud membawa MK ke pengobatan alternatif lain. Pada saat itulah, korban menyampaikan kepada orang tuanya telah disetubuhi oleh pelaku," jelas Aswin.

Aswin mengatakan setelah mendapatkan laporan mengenai praktek pengobatan alternatif cabul yang dilakukan IJ, polisi kemudian melakukan penyamaran untuk menangkap pelaku.

"Pelaku kemudian ditangkap pada Kamis (7 November). Penyidik masih menyelidiki apakah ada kemungkinan korban lain. Kami berharap tidak ada korban lainnya," ujar Aswin.

Menurut Aswin pelaku akan dijerat dengan Pasal 287 KUHP dan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Antara)

BACA JUGA:

KORUPSI HAMBALANG: Beginilah Duit Hambalang Dibagikan

7 Langkah Untuk Memulai Bisnis Rumahan

Editor:Saeno