Search Loading...
Minggu, 26 Oktober 2014

China Kurangi Ekspor, Ekonomi Asia Timur Terhambat

Happy FerdianSelasa, 08/10/2013 13:26 WIB
Ilustrasi/ciee.org
ciee.org
Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA— Bank Dunia mengingatkan bahwa rendahnya harga komoditas dan peralihan ekspor China ke konsumsi domestik akan menghambat pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur.

Saat ini pertumbuhan ekonomi Asia Timur diperkirakan berada di kisaran 7,1 persen hingga akhir 2013, turun dari perkiraan di awal tahun sebesar 7,8 persen.

Lembaga perbankan yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat (AS) tersebut menurunkan harapan akan pertumbuhan ekonomi China yang saat ini hanya diprediksi sebesar 7,5 persen. 

Sebelumnya, negara tirai bambu tersebut diprediksi pada awal tahun akan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 8,3 persen sepanjang tahun 2013. Bank Dunia kemudian meralat prediksi tersebut karena dinilai tidak realistis dengan kondisi aktual di China, di mana terjadi ekspansi kredit besar-besaran di berbagai sektor, baik di dalam negeri maupun di dunia internasional.

Terlebih dengan pengurangan kuota ekspor sebagai alasan untuk memenuhi konsumsi dan pembiayaan dalam negeri, akan membuat pertumbuhan ekonomi China cenderung stagnan selama sekitar dua kuartal ke depan. 

Dampak Buruk

Bank Dunia, Senin (7/10) menjelaskan bahwa lebih merosotnya pelemahan investasi dari yang diperkirakan akan memberikan dampak buruk bagi regional, khususnya terhadap pemenuhan berbagai barang modal dan material industri ke China. Dari kemungkinan krisis bahan baku di China, maka dengan cepat akan menjalar ke berbagai negara di sekitarnya.

 Pasalnya, China saat ini merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia yang sudah barang tentu memiliki kepentingan serta pengaruh sangat kuat di wilayah Asia Pasifik.

Peringatan Bank Dunia tersebut serupa dengan peringatan yang lebih dulu dikeluarkan oleh Bank Pembangunan Asia, yang mengingatkan bahwa telah terjadi pelemahan ekpektasi pertumbuhan ekonomi di Asia dan menekankan untuk segera melakukan reformasi struktural.

"Reformasi pemerintahan diperlukan untuk menjaga momentum kemajuan ekonomi dan perlu juga diyakinkan mengenai efek jangka  panjang dari kemandirian ekonomi yang semakin terlihat di negara-negara di Asia Timur, Asia Tenggara, dan sub-kontinental India," ujar pernyataan resmi Bank Pembangunan Asia. 

Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia juga sama-sama mengingatkan kepada para investor dunia untuk segera mengalihkan sebagian investasinya ke luar China untuk menyeimbangkan dinamika ekonomi kawasan Asia.

Beberapa negara dijadikan rujukan untuk peralihan investasi terkait kondisi ekonominya yang dinilai memiliki prospek cerah, baik untuk saat ini maupun dalam jangka panjang, termasuk di dalamnya adalah Indonesia, India, dan Vietnam.  (Kabar24.com/cnn)

 

 

Editor:Nancy Junita